Image_c29fe9c

    Suatu penelitian yang dilakukan Schoenfeld et al. (2017) menunjukkan pemberian vitamin C dengan dosis tinggi aman untuk penderita kanker otak & paru-paru. Penelitian ini telah diuji secara klinis dengan melibatkan 11 pasien kanker otak terlebih dahulu (fase pertama). Pemberian vitamin C dengan dosis yang meningkat selama 7 bulan pada pasien tersebut memberikan sedikit efek samping, salah satunya adalah mulut menjadi kering.
    Fase pertama penelitian ini memberikan hasil yang nyata. Harapan hidup penderita kanker tersebut meningkat sebanyak 4-6 bulan. Penelitian kemudian dilanjutkan dengan melibatkan pasien kanker paru-paru stadium 4.
    Suatu jaringan yang memiliki sel tumor telah diketahui memiliki aktivitas reaksi redoks yang lebih tinggi daripada sel normal. Reaksi tersebut disebabkan metabolisme mitokondria yang abnormal. Reaksi yang abnormal tersebut menghasilkan hasil samping berupa Fe yang apabila bereaksi dengan vitamin C, akan menghasilkan H2O2 yang merupakan radikal bebas. H2O2 kemudian dipercaya akan merusak DNA pada sel kanker.
    Pemberian vitamin C dalam dosis tinggi apabila dilakukan dengan terapi penanganan kanker lainnya memungkinkan kematian sel kanker akan lebih cepat. Kurang lebih sebesar 8 ribu Dollar Amerika harus dikeluarkan tiap pasiennya apabila mengikuti terapi pemberian vitamin C dosis tinggi. Nilai tersebut lebih kecil dibandingkan terapi imun atau obat-obatan kemoterapi.
Pustaka: Schoenfeld JD, Sibenaller ZA, Mapuskar KA, Wagner BA, Cramer-Morales KL, Furqan M, Sandhu S, Carlisle TL, Smith MC, Hejleh TA, et al. 2017. O2- and H2O2-mediated disruption of Fe metabolism causes the differential susceptibility of NSCLC and GBM cancer cells to pharmacological ascorbate. Cancer Cells. doi: 10.1016/j.ccell.2017.02.018.
#BIKNowadays
#VitaminC
#Cancer
—————-
Divisi Communication and Information Center
Kabinet Fluorescence 2017
CREBs IPB
Share/Bookmark