Image_7ed8ac5

    Telah diketahui bahwa virus zika dan virus dengue merupakan dua virus yang sama sekali berbeda. Namun, penelitian terakhir membuktikan bahwa sel T yang telah diberikan virus dengue terlebih dahulu menjadi lebih responsif apabila di kemudian hari sel tersebut terinfeksi virus zika. Virus zika merupakan virus yang berbahaya karena tidak menimbukan gejala yang langsung terlihat tetapi dapat menyebabkan kelainan otak pada bayi dalam kandungan. Virus ini juga dapat menyebabkan kelelahan otot, masalah keseimbangan tubuh, bahkan lumpuh.
    Wen bersama tim penelitinya menganalisis respon CD8 dan sel T terhadap virus zika. Analisis dimulai dengan menginjeksikan mencit dengan virus dengue terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan menginjeksikan virus zika ke mencit tersebut. Ternyata, CD8 dan sel T pembunuh dapat mengenali fragmen peptida virus zika yang diinjeksikan kemudian sistem imun segera menghancurkan sel yang terinfeksi virus zika. Hal ini terjadi karena virus dengue membentuk CD8 dan sel T untuk merespon dan mengenali fragmen peptida virus zika. Namun apabila sel T telah rusak terlebih dahulu akibat virus dengue, maka tubuh akan sulit atau tidak dapat terlindungi dari virus zika. Bagaimanapun, penemuan ini dapat dijadikan panduan untuk mengembangkan vaksin zika melalui imunisasi dengan zika-spesifik atau zika/dengue cross-reactive.
Pustaka: Wen J, Tang WW, Sheets N, Ellison J, Sette A, Kim K, Shresta S. 2017. Identification of zika virus epitopes reveals immunodominant and protective roles for dengue virus cross-reactive CD8 T cells. Nature Microbiology. 2: 1-11. Doi: 10.1038/NMICROBIOL.2017.36.
#BIKNowadays
#VirusZika
#Imunitas
—————-
Divisi Communication and Information Center
Kabinet Fluorescence 2017
CREBs IPB
Share/Bookmark