Image_e9b6a04

Masih mengenai zoonosis, #AKB5 ini akan membahas mengenai RABIES
Yuk langsung dibaca saja
    Virus rabies merupakan virus ssRNA dan berbentuk seperti peluru. Saat ini telah dikenal 7 genotip Lyssavirus dimana genotip 1 merupakan penyebab rabies yang paling banyak di dunia. Virus menjadi tidak aktif bila berada di luar inang, terpapar sinar ultraviolet, pemanasan yang lama, pengeringan, dan sangat peka terhadap pelarut basa, seperti sabun, desinfektan, serta alkohol 70%. Reservoir utama rabies adalah anjing domestik.
    Rabies merupakan penyakit zoonosis dimana manusia terinfeksi melalui jilatan atau gigitan hewan yang terjangkit rabies. Virus rabies masuk melalui kulit yang terluka atau melalui mukosa utuh. Setelah virus rabies masuk melalui luka gigitan, maka selama 2 minggu virus akan tetap tinggal pada tempat masuk dan di dekatnya, kemudian bergerak mencapai ujung-ujung serabut syaraf posterior tanpa menunjukkan perubahan fungsinya.
    Masa inkubasi virus rabies rata-rata 1-2 bulan, bergantung jumlah virus yang masuk, berat dan luasnya kerusakan jaringan tempat gigitan, jauh dekatnya lokasi gigitan ke sistem syaraf pusat, persyarafan daerah luka gigitan dan sistem kekebalan tubuh. Pendapat lain menyatakan bahwa masa inkubasi tidak ditentukan dari jarak syaraf yang ditempuh, melainkan tergantung dari luasnya persyarafan pada tiap bagian tubuh.
    Selanjutnya virus memperbanyak diri dan menyebar luas dalam semua bagian neuron, sel-sel sistem limbik, hipotalamus, batang otak, dan sel syaraf lainnya. Dengan demikian, virus menyerang hampir tiap organ dan jaringan di dalam tubuh.
Penulis: Novita Mahiroh
Pustaka: Tanzil K. 2014. Penyakit rabies dan penatalaksanaannya. E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan. 1(1) : 61-67.
Nb: Mau tulisannya diposting juga? Yuk segera baca ketentuannya di https://tinyurl.com/AKB-SOP
#AKB5
#ApaKataBiokimia
#Rabies
—————-
Divisi Communication and Information Center
Kabinet Fluorescence 2017
CREBs IPB
Share/Bookmark