Image_871caa7

    Penelitian terbaru telah menghasilkan sebuah alat analisis keringat secara elektrokimia untuk mengontrol kadar glukosa darah. Alat ini merupakan suatu penemuan besar karena akan memudahkan penderita diabetes dalam mengontrol kadar glukosa darahnya secara rutin tanpa harus merasa ‘sakit’ untuk diambil darahnya. Alat ini masih berupa strip biosensor yang hanya bisa dipakai satu kali (disposable). Biosensor tersebut mampu mengontrol metabolit seperti glukosa, laktat, dan alkohol serta elektrolit lainnya hanya dari keringat yang dihasilkan.
    Cara kerja alat ini adalah alat tersebut dihubungkan terlebih dahulu dengan alat analisis elektrokimia. Lapisan (strip) pada alat tersebut kemudian akan menyerap keringat yang dihasilkan sampai jumlah yang dibutuhkan. Sensor kemudian akan mendeteksi glukosa yang ada di keringat dan nilai pH-nya. Setelah keringat menutupi seluruh permukaan sensor pH dan glukosa, pengukuran glukosa pun dimulai. Pengukuran tersebut juga akan dianalisis secara statistika berupa korelasi antara kadar glukosa darah dan kadar glukosa keringat.
    Penelitian ini merupakan aplikasi dari hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Moyer et al. (2012). Penelitian tersebut menunjukkan adanya hubungan antara glukosa darah dan glukosa keringat. Bagaimanapun, cara dan waktu pengambilan keringat juga harus diperhatikan supaya bagian kulit yang akan diambil keringatnya tidak terkontaminasi.
Pustaka: Lee H, Song C, Hong YS, Kim MS, Cho HR, Kang T, Shin K, Choi SH, Hyeon T, Kim DH. 2017. Wearable/disposable sweat-based glucose monitoring device with multistage transdermal drug delivery module. Science Advances. 3(3): 1-8.
#BIKNowadays
#SweatGlucose
—————-
Divisi Communication and Information Center
Kabinet Fluorescence 2017
CREBs IPB
Share/Bookmark