Image_8c1fc8e

    Kesulitan dalam mengenali sel kanker kini sudah dapat diatasi. Sebuah penelitian telah membuktikan kemampuan ‘probe’ yang dapat mendeteksi sel yang rusak dengan mewarnainya dengan cahaya berpendar. Enzim β-galaktosidase (β-gal) memiliki peran penting dalam penemuan ini. ‘Probe’ ini disintesis dari kerangka hemisianin yang berperan sebagai fluorophore. Gugus hidroksil dari ‘probe’ ini diganti dengan residu β-D-galaktopiranosida yang berfungsi sebagai situs pengenalan enzim serta situs hidrolisis.
    Alasan penggunaan β-gal adalah karena enzim ini telah banyak digunakan sebagai enzim penanda dalam identifikasi tipe sel, pengamatan regulasi transkripsi, dan investigasi ekspresi gen. Sel yang digunakan pada penelitian ini adalah sel fibroblas diploid manusia (HDF). Sebelum ‘probe’ dapat mewarnai sel sehat yang diberi perlakuan dengan bahan karsinogen, ‘probe’ harus melalui beberapa uji. Gal-Pro dipilih sebagai ‘probe’ yang optimal karena ‘probe’ ini diketahui akan memendarkan warrna biru gelap ketika tidak ada β-gal dan memiliki afinitas tinggi terhadap β-gal. Gal-Pro juga diketahui selektif terhadap β-gal serta merupakan ‘probe’ yang tahan panas.
    Sel HDF yang mengandung β-gal kemudian ditambahkan bahan karsinogen (SA-β-gal). Gal-Pro kemudian ditambahkan pada kultur sel SA-β-gal dan sel HDF sehat. Hasilnya, sel HDF sehat tidak memendarkan warna sedangkan sel SA-β-gal memendarkan warna fluoresensi yang kuat.
    Pustaka: Zhang J, Li C, Dutta C, Fang M, Zhang S, Tiwari A, Werner T, Luo FT, Liu H. 2017. A novel near-infrared fluorescent probe for sensitive detection of β-galactosidase in living cells. Analytica Chimica Acta. doi: 10.1016/j.aca.2017.02.039.
#BIKNowadays
#TumorDetection
—————-
Divisi Communication and Information Center
Kabinet Fluorescence 2017
CREBs IPB
Share/Bookmark