Image_01d749e

Kembali lagi kami sajikan informasi seputar biokimia. #AKB6 ini akan membahas tentang Anthrax.
Yuk langsung dibaca saja :)
    Anthrax dalam bahasa Yunani adalah batu bara, karena salah satu gejala pada penderita Anthrax terdapat luka berwarna hitam seperti batu bara. Anthrax adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis, termasuk penyakit infeksius yang bersifat akut yang dapat menyerang hewan berdarah panas dan dapat menular ke manusia.
    Anthrax pada hewan ternak sudah lama dikenal di Indonesia sejak tahun 1885. Nama lain dari penyakit Anthrax adalah radang limfa, radang kura, miltbrand. Bakteri Bacillus anthracis berbentuk batang dengan ujung persegi dan tajam, berpasang-pasangan atau berantai. Bakteri tersebut bersifat aerob, tahan pembekuan cepat pada suhu -72 C, tahan asam, berkapsul, dan berspora.
    Spora anthrax terbentuk bila O2 berlebihan dan dapat bertahan di lingkungan selama bertahun-tahun. Jika bakteri sudah berubah menjadi fase spora, bakteri akan menempel pada hijauan makanan ternak (HMT) dan dari sinilah ternak terinfeksi Anthrax. Apabila spora terhirup oleh manusia, spora akan masuk ke paru-paru lalu ke sistem peredaran darah. Darah
lingkungan yang paling disukai bakteri karena kaya akan asam amino, nukleosida, dan glukosa yang dibutuhkan bakteri untuk berkembang biak. Di dalam darah, spora memperbanyak diri menjadi sel-sel bakteri.
    Sel bakteri mempunyai kapsul sehingga tidak bisa dihancurkan oleh sel kekebalan tubuh dan mampu menghasilkan racun yang bisa masuk dan meghancurkan sel kekebalan tubuh. Selain melalui udara, bakteri dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang terinfeksi Anthrax dan pada kulit yang mengalami luka terbuka.
Penulis: Ainul M.
Pustaka: Martindah E, Wahyuwardani S. 1998. Pola kasus anthrax pada ternak di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner. 3(1): 39-46.
Nb: Mau tulisannya diposting juga? Yuk segera baca ketentuannya di http://tinyurl.com/AKB-SOP
#ApaKataBiokimia
#Anthrax
—————————-
Divisi Communication and Information Center
Kabinet Fluorescence 2017
CREBs IPB
Share/Bookmark