Image_44aa55a

    Kunang-kunang, serangga yang satu ini telah diketahui memiliki keunikannya tersendiri. Yup, pendaran cahayanya di saat malam hari memang sangat cantik sehingga banyak orang yang sering menangkapnya. Tapi sekarang udah jarang banget ya nemuin kunang-kunang
    Tau gak kalian kalo Lusiferin dan Enzim Lusiferase merupakan dua komponen yang bertanggung jawab dalam pembentukan cahaya pada kunang-kunang, loh!  Pembentukan cahaya tersebut memerlukan aktivasi luciferin dengan cara melepaskan pirofosfat dari ATP sehingga terbentuk lusiferil adenilat. Senyawa tersebut ketika bertemu oksigen dan enzim lusiferase akan mengalami dekarboksilasi oksidatif hingga membentuk oksilusiferin dan juga cahaya pastinya. Kemudian, lusiferin akan mengalami regenerasi dari oksilusiferin melalui beberapa reaksi. Reaksi tersebut terjadi secara berulang kali sehingga dapat dinamakan sebagai siklus bioluminesensi.
    Warna cahaya yang dihasilkan bergantung pada jenis kunang-kunang itu sendiri yang diasumsikan karena perbedaan struktur lusiferase pada setiap spesies kunang-kunang. Mekanisme ini juga telah dilakukan pada tanaman tembakau. Tembakau disisipkan dengan gen lusiferase kunang-kunang kemudian disiram dengan nutrien yang mengandung lusiferin. Hasilnya, tembakau tersebut memendarkan cahaya dalam gelap layaknya kunang-kunang!
Let’s spread your light as fireflies do!
Penulis: Aulia Widya Rofiani
Sumber pustaka: Nelson DL, Cox MM. 2008. Lehninger Principles of Biochemistry Fifth Edition. New York (US): W. H. Freeman and Company.
Nb: Mau tulisannya diposting juga? Yuk segera baca ketentuannya di https://tinyurl.com/AKB-SOP
#AKB3
#ApaKataBiokimia
#CahayaKunangKunang
—————-
Divisi Communication and Information Center
Kabinet Fluorescence 2017
CREBs IPB
Share/Bookmark