Image_902415f

Yuk simak #ApaKataBiokimia edisi pertama di Kabinet Fluorescence ini
#AKB1 ini ditulis oleh Ari Putra selaku Wakil Ketua 1 CREBs kita sekarang looh hihi
Penasaran kan mau bahas apa? Yuk langsung dibaca
    Obesitas atau kegemukan merupakan penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan yang memberi efek buruk pada kesehatan. Kondisi ini dapat dialami oleh setiap golongan umur baik laki-laki maupun perempuan, tetapi remaja dan dewasa merupakan kelompok yang paling sering mengalaminya.
    Obstructive sleep apnea (OSA) pertama kali di publikasikan tahun 1956 oleh Sidney Burwell. OSA pada remaja obesitas terjadi akibat penyempitan jalan napas karena penimbunan lemak yang berlebihan. Penimbunan tersebut menyebabkan disfungsi diafragma dan di dalam dinding dada yang bisa menekan paru-paru sehingga mengganggu upaya ventilasi saat tidur dan jaringan lemak pada leher dan lidah. Kemudian diameter saluran napas akan mengecil yang merupakan predisposisi terjadinya penutupan prematur saat jaringan otot relaksasi waktu tidur, sehingga timbul gangguan pernapasan dan sesak napas.
    Jumlah penderita OSA di negara maju diperkirakan mencapai 2-4% pada pria dan 1-2% pada wanita. Sayangnya, di Indonesia belum ada penelitian berskala nasional yang memperhatikan gangguan tidur fatal ini. Mengingat struktur rahang Ras Asia yang lebih sempit, dicurigai di Indonesia memiliki lebih bnyak penderita Sleep apnea.
Ayoo Hidup Sehat genkss….!
Rahman UB, Handoyo, Roadi P. 2012. Hubungan obesitas dengan risiko Obstructive sleep apnea (OSA) pada remaja. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan. 8(1). 44-56.
Nb: Mau tulisannya diposting juga? Yuk segera baca ketentuannya di https://tinyurl.com/AKB-SOP
#ApaKataBiokimia
#OSAdanObesitas
—————-
Divisi Communication and Information Center
Kabinet Fluorescence 2017
CREBs IPB
Share/Bookmark