HUBUNGAN FUNGSI TIROID DENGAN ENERGY

EXPENDITURE  PADA REMAJA

Maria Mexitalia,*  Isfandiyar Fahmi,* Rudy-susanto,* Taro Yamauchi**

Sari Pediatri, Vol. 12, No. 5, Februari 2011

Hormon tiroid adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid yang berfungsi untuk mensintesis hormon  tiroksin (T4) dan 3,5,3 triodothironine (T3). Hormon tiroid mempengaruhi keseimbangan energi melalui beberapa mekanisme.  Hormon tiroid

merangsang tingkat metabolisme dengan mempercepat jalur sintetik anabolisme dan katabolisme, yang meningkatkan proses pengambilan energi. Hormon tiroid juga berperan penting untuk termogenesis fakultatif dan meningkatkan asupan makanan. Penelitian fungsi tiroid dengan energy expenditure pada remaja obesitas masih diperlukan mengingat data yang sangat terbatas. Fungsi tiroid pada variabel penelilitian kami mengggunakan free T4, free T3, dan TSHs.

Tidak didapatkan perbedaan kadar hormon tiroid pada subyek obesitas dengan gizi normal. Energy expenditure pada subyek obesitas lebih tinggi dibandingkan subyek dengan status gizi normal. Namun apabila berat badan diperhitungkan, tampak bahwa TEE/ berat badan pada subyek obesitas lebih rendah dibandingkan normal. Jadi subyek obesitas lebih sedikit mengeluarkan energi per-kilogram berat badannya dibandingkan subyek normal. Ada hubungan bahwa TSHs berhubungan secara signifikan dengan IMT dan persentase lemak tubuh, sedangkan FT3 berhubungan negatif dengan persentase lemak tubuh. TSHs berhubungan positif dengan TEE, sedangkan FT3 berhubungan negatif dengan TEE. Semakin rendah FT3 maka TEE semakin tinggi. Namun hubungan semua parameter lemah (r<0,4). Salah satu perubahan hormonal pada obesitas adalah pada hormon tiroid.

Dikatakan poros hipotalamus-hipofisis-adrenal bekerja secara hiperaktif pada obesitas. sebaliknya perubahan hormon tiroid terutama peningkatan TSH dan penurunan T3 dan T4 akan mempengaruhi energy expenditure yang akhirnya akan mempengaruhi terjadinya obesitas. Pada subyek penelitian kami didapatkan kadar FT3 pada subyek obesitas laki-laki lebih rendah dibanding dengan subyek normal. Namun pada uji korelasi tidak didapatkan hubungan antara FT3 dengan indeks massa tubuh (IMT). Hal ini sesuai dengan penelitian Knudsen 18 yang mendapatkan hanya TSH yang berhubungan secara negatif dengan IMT, tetapi tidak ada hubungan antara FT3 dan FT4 dengan IMT.

Pada anak dengan obesitas yang seringkali disertai dengan hipotiroid subklinik, pemeriksaan hormon tiroid khususnya TSHs meru-pakan hal yang cukup penting dilakukan, mengingat pada penelitian kami dan sebagian besar penelitian lainnya mendapatkan hubungan positif antara TSH dengan IMT maupun persentase lemak tubuh.

 

Share/Bookmark